Google+

Tuesday, November 20, 2012

cara atasi emosi wanita hamil pemarah

cara atasi emosi wanita hamil pemarah

Setiap wanita mempunyai tipe yang unik saat hamil. Syukuri dan jalanilah kehamilan dengan gembira karena apa yang dirasakan ibu juga berpengaruh pada bayi di kandungan. Ibu hamil yang sering merasa stres berpotensi besar memiliki anak yang mudah cemas. Kebanyakan wanita yang hamil sering marah-marah, mudah tersinggung, dan rewel. Perubahan hormonal kerap yang menjadi penyebabnya.

Marah adalah emosi reaksi wajar yang dialami manusia. Marah meledak adalah salah satu bentuk saluran emosi. Namun hati-hati, ada "harga yang harus dibayar" lewat kesehatan bila terlalu sering marah. Hasil studi mengungkap, terlalu sering marah bisa meningkatkan risiko penyakit jangka panjang, mulai dari penyakit jantung, stroke, sulit sembuh, serta daya tahan tubuh yang melemah.

para peneliti di University of Granada di Spanyol melaporkan, mengingat masa lalu dengan penyesalan atau rasa marah bisa membuat daya tahan seseorang untuk menerima rasa sakit berkurang.

Penelitian dari Spanyol itu memperkirakan, mood negatif mengganggu sirkuit otak. Ini menunjukkan, marah menimbulkan masalah pada tubuh sudah jelas terbukti. Ketika marah, detak jantung dan tekanan darah akan meningkat, begitu juga aliran darah ke otot, yang membuat tubuh siap lari atau berkelahi untuk menghadapi keadaan yang membuat pikiran tegang. Di saat bersamaan, ketika marah, level glukosa yang meningkat, memberikan otot energi untuk beraksi dan memompa kelenjar adrenal mengeluarkan hormon adrenalin. Hal ini menyebabkan pembesaran pada pupil untuk menajamkan pandangan, serta memperbesar kapasitas paru-paru untuk menghirup lebih banyak oksigen.


Julian Halcox dari Cardiff University bagian kardiologi mengatakan, "Bukti-bukti yang ada kurang konklusif, tetapi beberapa studi mengatakan, marah dan sikap negatif yang dipendam lama akan meningkatkan stres pada sistem kardiovaskuler." Memang, menurut Halcox, lebih baik untuk seseorang menyalurkan emosi negatifnya, namun bukan berarti marah setiap saat.

Bukan hanya jantung yang akan menerima akibat dari kebiasaan sering marah. Peneliti di University of Miami yang meneliti 61 lelaki dengan kanker prostat untuk menyelidiki sel-sel pelawan kanker akan terpengaruh pada kebiasaan seseorang menahan atau mengeluarkan rasa marahnya. Didapati, lelaki yang menyuarakan perasaan mereka memiliki sel-sel pelawan kanker lebih baik.

Tambahan lagi, ketika merasa marah, risiko terkena stroke juga meningkat karena aktivitas elektris jantung kusut dan menyebabkan degup jantung tidak beraturan. Ini mengakibatkan darah menggumpal dan menjadi pekat. Jika ada fragmen penggumpalan darah terlepas dan masuk ke saluran otak, itu bisa mengakibatkan stroke.

Marah dan emosi negatif juga bisa membahayakan kesehatan paru-paru. Menurut penelitian di Harvard University, hormon stres bisa mengakibatkan peradangan di saluran pernapasan.

Selain itu, Profesor John Oxford, virolog di Queen Mary's School of Medicine di London mengatakan, "Ada bukti, stres menurunkan daya tahan tubuh dan akan ada selalu virus yang mencoba mencari keuntungan." Teorinya, makin tinggi hormon stres, seperti kortisol, akan memengaruhi kemampuan tubuh melawan penyakit. Artinya, bagi yang terluka, kecepatan tubuh untuk membaik akan melambat.

Salah satu penyebab emosi berlebihan wanita hamil adalah masalh seksual. Dapat dipahami bahwa gairah seksual wanita hamil sedang tinggi-tingginya akibat perubahan hormon. Sebenarnya, memang sebagian besar wanita yang hamil memiliki gairah seksual lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil.

Ditambah dengan kondisi pada tahap kehamilan, hal ini membuat hubungan seks justru kurang bisa dinikmati dan terjadi sampai setelah melahirkan. Biasanya beberapa laki-laki sering merasa kasihan kepada istrinya ketika hamil. Alasannya karena nggak tega melihat istri yang sudah repot dengan kehamilan dan mengurus rumah tangga kok suami masih egois meminta hubungan seksual.

Perubahan hormonal itu tidak hanya berkontribusi pada kemarahan yang tak terduga, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perubahan fisik seperti mual, kaki bengkak, kelelahan, sakit kepala, payudara melembut, insomnia, konstipasi, dan mulas.

Penelitian terhadap 9000 anak menunjukkan, kecemasan dan stres selama kehamilan akan berpengaruh pada emosi bayi. Saat besar, anak tersebut cenderung lebih cengeng dan cemas sehingga kerap menjadi sasaran perundungan (bullying) di sekolah.

"Saat ibu hamil merasakan stres, hormon-hormon tertentu akan dilepaskan dalam jumlah cukup besar dan masuk ke peredaran darah sehingga bayi juga mengembangkan sistem respon stres," kata Profesor Dieter Wolke, dari Universitas Warwick.

Ia menambahkan, perubahan dalam sistem respon stres akan berpengaruh pada perilaku dan cara anak merespon tekanan emosional. "Anak yang gampang menunjukkan reaksi stres, seperti menangis atau lari dari suatu masalah, cenderung dipilih sebagai sasaran perundungan," katanya.

Ada beberapa faktor stres yang berhasil diidentifikasi oleh Wolke, misalnya saja kesulitan keuangan, kecandungan alkohol atau rokok, serta kekerasan dalam rumah tangga.

Seluruh faktor itu pada akhirnya menjadi seperti lingkaran setan, anak yang gampang cemas rawan menjadi korban perundungan dan berpengaruh pada kondisi mental mereka di usia dewasa.

Penelitian lain yang dilakukan di Jerman juga menunjukkan stres yang dialami selama masa kehamilan akan berdampak jangka panjang. Reseptor hormon stres dalam tubuh akan menyebabkan perubahan biologi pada tubuh bayi. Hal ini menyebabkan anak kelak akan kesulitan mengendalikan stres. Mereka juga rentan mengalami gangguan jiwa.

Ibu hamil harus mampu mengontrol emosinya dengan baik. Jika ibu membiarkan emosinya meledak-ledak, marah, takut, sedih, atau bahkan terlalu gembira akan berpengaruh pada pertumbuhan psikis bayi karena ia ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya.

Saat ibu marah, misal, jantung ibu akan berdetak lebih kencang, otot-otot berkontraksi, gerakan usus bergejolak, dan sebagainya. Bila kejadian ini sering muncul, kelak bayi akan mudah rewel, mudah was-was, bahkan mudah sekali menangis.

Sebenarnya, serangan amarah dari ibu hamil akan berdampak negatif untuk calon bayi serta mengakibatkan keguguran atau komplikasi. 

Dan ibu hamil perlu mengatasi kemarahan dengan beberapa cara:

Pilihan makan sehat

Diet ibu hamil harus ketat dalam rangka menyingkirkan efek negatif pada kelebihan berat badan bayi. Tingkatkan asupan karbohidrat dan protein dalam diet Anda, pilihan makanan yang dianjurkan seperti kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, dan roti gandum. Di antara makan besar, Anda mungkin perlu makan salad atau buah-buahan segar.

Tetap aktif

Olahraga teratur membantu mengelola kemarahan dengan baik selama kehamilan. Berlatih yoga selama 15 menit sehari atau berjalan-jalan selama beberapa waktu. Cara ini bisa membantu meringankan ketidaknyamanan fisik maupun emosional. Anda juga dapat memilih latihan peregangan. Ini juga akan menjaga dari kemungkinan sirkulasi darah rusak dan mencegah masalah seperti kaki bengkak dan sakit punggung. Selain itu, melakukan pekerjaan rumah tangga sebagai cara lain agar tetap aktif.

Luangkan waktu untuk bersantai

Luangkan waktu yang berkualitas untuk diri sendiri, baik itu menonton film, mendengarkan lagu, atau pergi untuk terapi spa.

Biarkan orang lain tahu sebelum Anda memanas

Setiap kali Anda berpikir diskusi bakal mengganggu dengan membuat Anda marah, hindarilah dengan menjauhinya.

Merasa nyaman

Di mana pun Anda berada berusahalah merasa nyaman. Kenakan pakaian yang nyaman yang tidak membuat Anda iritasi. Pakaian longgar juga memungkinkan Anda bernapas dengan baik.

Tetap lakukan kewajiban batin anda, seks teratur dan aman

Seperti sudah dijelaskan diatas, sek juga penyumbang salah satu penyebab meluapnya emosi wanita hamil. Jadi lakukanlah seks sehat secara teratur yang akan memberikan kestabilan hormonal bagi diri wanita hamil. Kekesalan wanita hamil akan membuat suami malah tidak bisa ereksi lagi. Jadi yang paling ideal adalah berdandan seseksi mungkin. Kalau perlu tanyakan kepada suami dandanan apa yang menurutnya membuat Anda terlihat seksi, lalu tanyakan fantasi seksualnya.

Katakan bahwa Anda mau membahagiakan suami dan mencoba mewujudkan apa yang menjadi fantasi seksual suami semampu Anda. Biasanya, hal-hal seperti ini seringkali tidak mungkin ditolak suami.

Jika Anda sudah mencoba mengatasinya dan menemukan kesulitan dalam mengelola kemarahan, carilah bantuan dari pakarnya untuk mendapat nasihat.