Memperbesar penis
Penis terdiri atas akar, batang, serta glans atau ujung penis. Batang penis terdiri atas tiga bagian korpus. Ketiga korpus itu merupakan jaringan yang berperan pada saat ereksi. Pada glans penis terdapat sistem organ akhir sensoris yang merupakan sumber impuls terpenting untuk menimbulkan kesan sensual pada susunan saraf pusat. Ereksi penis dapat terjadi pada bayi walaupun fungsi susunan saraf saat bayi belum sempurna dan kadar hormon androgen masih sangat rendah.

Menurut dr. Jose Batubara, MD, ahli endokrin anak dari Bagian Ilmu
Kesehatan Anak, RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, ukuran penis dianggap normal bila panjang penis bayi baru lahir lebih kurang 2,5 - 3 cm. Lebih besar atau lebih kecil sedikit dari itu masih dianggap normal. Setelah janin berusia 12 minggu, pertumbuhan alat kelamin akan dipengaruhi oleh dua macam hormon yakni hormon gonadotropin (hormon pemacu kelenjar kelamin yang dihasilkan oleh hipofise) serta hormon
testosteron (yang dihasilkan oleh testis sang bayi). Hormon pertumbuhan juga diduga punya peran dalam pertumbuhan penis. Kalau ketiga hormon ini normal, berarti kelamin bayi yang dilahirkan akan normal dengan ukuran penis yang normal pula. Manfaat klinis pengukuran panjang penis pada bayi antara lain untuk mendeteksi adanya kelainan pertumbuhan serta perkembangan penis janin pada masa pranatal.