Google+

Friday, June 24, 2011

Stress - sumber penyakit

Stress - sumber dari bermacam penyakit

Semua orang ingin menikmati kehidupan yang bergairah
Gambaran yang gairah hidupnya tinggi (seluruh organ berfungsi secara optimal) serta lawannya:
Enerjik X Lemas 
Semangat X Kurang semangat 
Tidak cepat X lelah
Libido Tinggi X Libido rendah 
Selalu segar X Kurang segar 
Ceria X Murung 
Tidak ada keluhan X Banyak keluhan

Faktor yang berpengaruh dominan terhadap Penurunan Gairah Hidup adalah
STRESS SECARA MENTAL
Yang akan berpengaruh pada meningkatnya beban kerja seluruh organ sehingga menimbulkan kelelahan pada organ tubuh….


Apakah STRESS itu?
  • Stress adalah respon mental terhadap keadaan yang tidak sesuai harapan yang melibatkan perasaan tidak nyaman atau tegang, baik itu terhadap kejadian yang TERLALU KECEWA, Kesel, Marah, Sedih, Sakit hati maupun terhadap kejadian yang akan datang, Cemas, Kawatir, PRASANGKA NEGATIF serta takut salah.
  • Stress juga dapat diartikan reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stres ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan dan rutin. Tetapi stress yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulangi, akan berbahaya bagi kesehatan.
  • Staf pengajar Bagian Psikiatri FKUI/RSCM, Dr Suryo Dharmono SpKJ (K), menyebutkan, stres adalah respons mental seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Orang hidup tidak mungkin terhindar dari stres. Tetapi, stres tidak selalu berarti ’sakit’. Pada taraf tertentu, stres bermanfaat untuk mengembangkan kepribadian. dalam kadar tertentu, stres diperlukan untuk menyiapkan individu menghadapi ancaman, dan ini yang disebut juga eustress. Sebaliknya, stres yang berlebihan atau berkepanjangan akan merugikan individu yang nantinya menambah penderitaan. Stres seperti ini disebut sebagai distress.

Gejala seseorang menderita distress, di antaranya, apabila kemampuan seseorang menghadapi masalah menurun. Stres seperti ini juga telah menyebabkan berbagai keluhan psikis (mental emosional) maupun fisik. Distress juga bisa menyebabkan hambatan dalam kehidupan psikososial, seperti dalam hal pergaulan, pekerjaan, dan penggunaan waktu senggang.


Kenali gejala stres sedini mungkin.
Gejala stres bisa timbul dalam keadaan yang beragam. Antara lain: perasaan cemas, khawatir, ketakutan, gelisah, agresif, emosi labil, cepat tersinggung, mudah marah, frustrasi, malas, dan apatis. Jika tekanan atau stres yang diderita seseorang tidak bisa diatasi dengan baik, maka akan terjadi kondisi depresi yang dapat mengganggu fungsi saraf.

Apa saja yang menjadi Sumber Stress?
Semua kondisi yang tidak sesuai harapan menjadi pemicu stress, baik di rumah, di perjalanan maupun di tempat pekerjaan. kategori pemicu stres yang umum :

  • Stres Kepribadian (Personality Stress) adalah stress yang dipicu oleh masalah dari dalam diri seseorang. Berhubungan dengan cara pandang pada masalah dan kepercayaan atas dirinya. Orang yang selalu menyikapi positif segala tekanan hidup akan kecil resiko terkenal stress jenis yang satu ini.
  • Stres Psikososial (Psychosocial Stress)adalah stress yang dipicu oleh hubungan relasi dengan orang lain di sekitarnya atau akibat situasi sosial lainnya. Contohnya seperti stres adaptasi lingkungan baru, masalah cinta, masalah keluarga, stres macet di jalan raya, diolok-olok, dan lain-lain.
  • Stres Bioekologi (Bio-Ecological Stress)adalah stress yang dipicu oleh dua hal. Yang pertama yaitu ekologi / lingkungan seperti polusi serta cuaca dan yang kedua akibat kondisi biologis seperti akibat datang bulan, demam, asma, jerawatan, tambah tua, dan banyak lagi akibat penyakit dan kondisi tubuh lainnya.
  • Stres Pekerjaan (Job Stress)adalah stress yang dipicu oleh pekerjaan seseorang. Persaingan jabatan, tekanan pekerjaan, deadline, terlalu banyak kerjaan, ancaman phk, target tinggi, usaha gagal, persaingan bisnis, adalah beberapa hal umum yang dapat memicu munculnya stress akibat karir pekerjaan.

Stress sangat sulit dihindari
Karena keadaan yang tidak sesuai harapan lebih banyak kita alami dibandingkan yang sesuai harapan dan semua tidak bias kita kendalikan.
Apalagi dizaman modern yang semua serba cepat, dengan segala informasi yang tersedia secara melimpah, persaingan yang ketat, jadwal kegiatan yang padat, kemacetan lalu lintas, kebutuhan yang meningkat. Hal ini semakin meningkatkan intensitas stress.



STRESS MENINGKATKAN CORTISOL

Cortisol adalah hormone stress yang di produksi oleh kelenjar Adrenal (anak ginjal - dalam otak)yang berefek negatif terhadap metabolism tubuh. Peningkatan Cortisol juga dipicu oleh kurang tidur, diet yang ketat dan olah raga yang berlebihan.

Cortisol merupakan hormon penting dalam tubuh, yang disekresikan oleh kelenjar adrenal dan terlibat dalam fungsi-fungsi berikut dan banyak lagi:

  • Tepat metabolisme glukosa
  • Peraturan tekanan darah
  • Insulin release untuk maintanence gula darah
  • Fungsi kekebalan
  • Respon inflamasi

Biasanya, Cortisol hadir dalam tubuh pada tingkat yang lebih tinggi di pagi hari, dan terendah pada malam hari.Walaupun stres bukan satu-satunya alasan yang Cortisol disekresikan ke dalam aliran darah, itu telah disebut "hormon stres" karena juga dikeluarkan di tingkat yang lebih tinggi pada tubuh 'fight or flight' respon terhadap stres, dan bertanggung jawab untuk stres beberapa terkait perubahan dalam tubuh. meningkatkan kecil kortisol memiliki beberapa efek positif:

  • Semburan cepat energi untuk alasan bertahan hidup
  • Tinggi memori fungsi
  • Semburan kekebalan meningkat
  • Turunkan sensitivitas terhadap nyeri
  • Membantu mempertahankan homeostasis dalam tubuh

Sedangkan Cortisol adalah dan membantu bagian penting dari tubuh respon terhadap stres, sangat penting bahwa tubuh respon relaksasi harus diaktifkan sehingga fungsi tubuh bisa kembali normal setelah kejadian stres. Sayangnya, dalam budaya tinggi saat-stres,'s stres respon tubuh diaktifkan begitu sering bahwa tubuh tidak selalu memiliki kesempatan untuk kembali ke normal, sehingga dalam keadaan stres kronis .

tingkat yang lebih tinggi dan lebih lama Cortisol dalam aliran darah (seperti yang berhubungan dengan stres kronis) telah terbukti memiliki efek negatif, seperti:

  • Gangguan kinerja kognitif
  • Menekan fungsi tiroid
  • Ketidakseimbangan gula darah seperti hiperglikemia
  • Penurunan kepadatan tulang
  • Penurunan jaringan otot
  • Tinggi tekanan darah
  • Menurunkan kekebalan dan respon inflamasi dalam tubuh, memperlambat penyembuhan luka, dan konsekuensi kesehatan lainnya
  • Peningkatan lemak perut, yang berhubungan dengan sejumlah masalah kesehatan lebih besar daripada lemak disimpan di daerah lain dari tubuh.

Beberapa masalah kesehatan yang berhubungan dengan peningkatan lemak perut adalah serangan jantung , stroke , pengembangan sindrom metabolik , tingkat yang lebih tinggi kolesterol jahat "(LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik" (HDL), yang dapat menyebabkan kesehatan lainnya masalah!

Bagaimana CARA MENGATASI STRESS?
Stres sebaiknya segera ditindaklanjuti agar tidak berujung pada yang lebih parah seperti depresi dan gila. Bimbingan konseling, psikolog, dokter, teman dekat, keluarga, pasangan istri/suami, anak, dan sebagainya mungkin bisa membantu masalah yang kita miliki.

Ada beberapa cara untuk mengatasi stres berkepanjangan dan mencegah terjadinya depresi. Di antaranya dengan memperkuat daya tahan adaptasi terhadap stres.

Cara yang bisa dilakukan, di antaranya dengan melatih pikiran positif, beribadah, dan membaca buku-buku yang memicu motivasi.

Selain itu, perkuat daya tahan tubuh secara fisik dengan berolahraga teratur, makan makanan yang bergizi, dan istirahat yang cukup. Olahraga membuat endorphine keluar sehingga menyebabkan rasa senang, menyantap makanan yang bergizi, dan mengurangi stimulan di dalam makanan seharihari (kopi, rokok, perasa, termasuk juga gula dan garam yang terlalu banyak) akan membuat badan lebih sehat. Istirahat yang cukup juga sangat membantu pemulihan kondisi tubuh yang tidak sehat.

Makanan seperti cokelat atau makanan pedas memang mampu meningkatkan endorphine di dalam tubuh. Endorphine adalah suatu zat hormon yang diproduksi di dalam tubuh yang berfungsi meningkatkan rasa senang dan menghilangkan rasa nyeri. Namun, sesuatu yang harus diingat, hal ini terjadi jika belum terdapat kerusakan atau keseimbangan yang terganggu di dalam otak akibat stres atau depresi.

Psikolog keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT-UI), Ratih Andjayani Ibrahim MPSi, menuturkan, cokelat memiliki segudang manfaat, termasuk untuk kesehatan.
Cokelat telah dipercaya sejak dulu sebagai minuman pahit, namun enak, yang tidak hanya memengaruhi fisik, juga psikologis. Walaupun cokelat bukan untuk menyembuhkan stres, cokelat bisa digunakan untuk mengatasi stres. Dengan kata lain, cokelat bisa membantu orang yang sedang dalam kondisi tidak nyaman atau stres akut menjadi sedikit lebih tenang walaupun sifatnya sementara.

Sampai saat ini, zat yang dipercaya berhubungan dengan penanganan depresi adalah asam folat dan vitamin B12. penambahan asam folat dalam terapi pasien depresi banyak dipakai, termasuk oleh saya sendiri.
Selain itu, banyak penelitian mengatakan bahwa minyak ikan dan omega 3 juga mempunyai efek yang baik dalam membantu penanganan depresi.

Walaupun cokelat nikmat disantap dan kandungan lemaknya adalah lemak nabati yang sama sekali tidak mengandung kolesterol dan bisa mengatasi depresi, bukan berarti cokelat bisa dimakan berlebihan. Konsumsilah cokelat yang cukup dengan melakukan pola hidup sehat sehingga depresi pun bisa teratasi.
Untuk menjaga kadar kortisol sehat dan di bawah kontrol, respons relaksasi tubuh harus diaktifkan setelah melawan atau respon penerbangan terjadi. Anda dapat belajar untuk rileks tubuh Anda dengan berbagai teknik manajemen stres, dan Anda dapat membuat perubahan gaya hidup untuk menjaga tubuh Anda dari bereaksi terhadap stres di tempat pertama. Berikut ini telah ditemukan oleh banyak sangat membantu dalam relaksasi tubuh dan pikiran, membantu tubuh dalam menjaga kadar kortisol sehat:

  • Dipandu Pencitraan
  • Journal
  • Self-Hypnosis
  • Latihan
  • Yoga
  • Mendengarkan Musik
  • Latihan Pernapasan
  • Meditasi
  • Seks
  • Teknik Lain

sekresi Cortisol bervariasi antara individu. Orang-orang biologis 'kabel' untuk bereaksi secara berbeda terhadap stres. Satu orang bisa mengeluarkan kortisol tingkat yang lebih tinggi dari yang lain dalam situasi yang sama. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang mengeluarkan tingkat yang lebih tinggi kortisol dalam respon terhadap stres juga cenderung makan lebih banyak makanan, dan makanan yang lebih tinggi di karbohidrat dibandingkan orang yang kurang mengeluarkan kortisol. Jika Anda lebih sensitif terhadap stres, hal ini sangat penting bagi Anda untuk belajar teknik manajemen stres dan mempertahankan gaya hidup yang rendah-stres .

Menurunkan stress dengan refreshing, reflexi, spa dll atau mensupport organ tubuh dengan berbagai suplemen nutrisi dan herbal tonik (stimulant) tidak akan bermanfaat…. Karena STRESS sulit di hindari, maka efek Cortisol pun sulit dihindari.

Sehingga solusi yang efektif untuk menaikkan kembali keseimbangan hormon dan fungsi organ tubuh. Saat ini telah hadir solusi efektif dan praktis suplemen ADAPTOGEN YANG KUAT menghadapi STRESS yaitu TRICAJUS..
 
Untuk Pemesanan Barang,
Anda dapat memesan melalui email atau sms kami di :
Hp. 087 8600 65000 (an. budi)
Silahkan Anda Transfer Ke Rekening :
Bank MANDIRI -- KCP Gianyar - BALI
Atas Nama : I Wayan Budi Mahendra
No Rekening :145-00-0788644-9

No comments: