Google+

Saturday, October 27, 2012

Cara Mengobati Keputihan

Cara Mengobati Keputihan

Keputihan tak boleh dianggap remeh. Bisa mengakibatkan kemandulan dan kanker. 
Hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih. Oleh sebab itu posting Cara Mengobati Keputihan ini di buat

Keputihan atau Fluor Albus

merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Apakah Keputihan Normal?

Vagina seorang wanita biasanya menghasilkan debit yang biasanya digambarkan sebagai jelas atau sedikit berawan, tidak menyebabkan iritasi, dan bebas bau. Selama yang normal siklus menstruasi , jumlah dan konsistensi dari debit dapat bervariasi. Pada suatu waktu bulan mungkin ada sedikit cairan yang sangat tipis atau encer, dan di lain waktu, debit lebih tebal lebih luas mungkin muncul. Semua penjelasan ini bisa dianggap normal.

Cairan vagina yang memiliki bau atau yang menjengkelkan biasanya dianggap keluar cairan yang abnormal. Iritasi mungkin gatal atau terbakar, atau keduanya. Gatal dapat hadir pada setiap saat sepanjang hari, tetapi sering paling mengganggu di malam hari. Gejala ini sering diperparah dengan hubungan seksual. Penting untuk menemui dokter Anda jika telah terjadi perubahan dalam jumlah, warna, atau bau debit.

Apa Jenis Infeksi vagina?

Keenam jenis paling umum infeksi vagina adalah:

  1. Candida atau “ragi” infeksi.
  2. Bakteri vaginosis .
  3. Trikomoniasis vaginitis .
  4. Chlamydia vaginitis .
  5. Viral vaginitis.
  6. Non infeksi vaginitis.

Meskipun masing-masing infeksi vagina dapat memiliki gejala yang berbeda, tidak selalu mudah bagi seorang wanita untuk mengetahui jenis dia. Bahkan, diagnosis bahkan bisa rumit untuk seorang dokter berpengalaman. Sebagian dari masalah adalah bahwa kadang-kadang lebih dari satu jenis infeksi dapat hadir pada saat yang sama. Dan, infeksi bahkan mungkin hadir tanpa gejala sama sekali.

Untuk membantu Anda lebih memahami enam penyebab utama vaginitis, mari kita melihat sebentar di masing-masing dari mereka dan bagaimana mereka diperlakukan.

Apa itu Candida atau Infeksi Vagina?

Infeksi jamur vagina adalah apa yang kebanyakan wanita pikirkan ketika mereka mendengar istilah “vaginitis.” Infeksi jamur vagina yang disebabkan oleh salah satu dari banyak spesies jamur yang disebut Candida. Candida biasanya tinggal dalam jumlah kecil di vagina, serta di mulut dan saluran pencernaan, baik pria dan wanita.

Infeksi jamur dapat menghasilkan debit, tebal vagina putih dengan konsistensi keju cottage meskipun keputihan tidak selalu hadir. Infeksi jamur biasanya menyebabkan vagina dan vulva sangat gatal dan merah. Apakah Infeksi Vagina Menyebar Melalui Seks? Infeksi jamur biasanya tidak ditularkan melalui hubungan seksual dan tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual.

Apa yang Meningkatkan Risiko Infeksi Vagina?

Beberapa hal yang akan meningkatkan risiko terkena infeksi jamur, termasuk:

  • Pengobatan dengan antibiotik. Sebagai contoh, seorang wanita dapat mengambil antibiotik untuk mengobati infeksi, dan antibiotik membunuh bakteri baik tubuhnya yang biasanya menjaga ragi seimbang. Akibatnya, ragi overgrows dan menyebabkan infeksi.
  • Diabetes tidak terkontrol. Hal ini memungkinkan untuk terlalu banyak gula dalam urin dan vagina.
  • Kehamilan yang mengubah tingkat hormon.

Faktor lain meliputi:

  • Oral kontrasepsi ( pil KB ).
  • Gangguan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  • Tiroid atau gangguan endokrin.
  • Kortikosteroid terapi.

Leukorea (keputihan) berasal dari:
  • Vulva.
  • Vagina.
  • Servik uteri.
  • Korpus uteri.
  • Tuba.

Gejala keputihan

  • Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa. Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada wanita tertentu. 
  • Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya. 
Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar. 
  • Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri. 
  • Gadis muda kadang-kadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.

Penyebab keputihan secara umum adalah: 

  • Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis
  • Sering menggunakan WC Umum yg kotor
  • Tidak mengganti panty liner
  • Membilas vagina dari arah yang salah. Yaitu dari ke arah anus ke arah depan vagina Sering bertukar celana dalam/handuk dgn orang lain
  • Kurang menjaga kebersihan vagina
  • Kelelahan yang amat sangat
  • Stress
  • Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
  • Memakai sembarang sabun untuk membasuh vagina
  • Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, tidur kurang)
  • Tinggal di daerah tropis yang lembab
  • Lingkungan sanitasi yang kotor.
  • Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
  • Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
  • Kadar gula darah tinggi
  • Hormon yang tidak seimbang
  • Sering menggaruk vagina

Sedangkan dengan memperhatikan cairan yang keluar, kadang-kadang dapat diketahui penyebab keputihan.
  • Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
  • Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan encer berwarna kuning kelabu.
  • Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.

Penyebab Keputihan : 


  • Penggunaan antibiotik pada miss v : sangat tidak dianjurkan menggunakan antibiotik pada miss v karena jadi penyebab keputihan. 
  • Bakteri Vaginosis : umumnya terdapat pada infeksi bakteri wanita hamil atau wanita yang telah melakukan hubungan suami istri. 
  • Penggunaan pil KB : beberapa kejadian penggunaan obat bahan kimia seperti pil KB karena jadi penyebabkan keputihan. 
  • Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim) : sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik. 
  • Klamidia atau gonore : infeksi yang ditularkan dari pengidap diabetes. 
  • Pemakaian sabun wangi, lotion, atau mandi busa : jangan terlalu sering melakukan ini, karena hal tersebut bisa jadi penyebab keputihan. 
  • Infeksi pada pinggul setelah melakukan operasi salah satu penyebab keputihan Penyakit radang panggul atau PID (Pelvic Inflammatory Disease) 
  • Trikomoniasis : merupakan infeksi parasit yang biasanya disebabkan hubungan seks bebas tanpa kondom. 
  • Atrofi Vag1na : merupakan penipisan dn pengeringan dinding miss v selama masa manopause. Vaginitis : yaitu iritasi dalam dan sekitar miss v. Infeksi karena jamur

Lihatlah tabel dibawah ini untuk melihat jenis dan penyebab keputihan
Jenis KeputihanPenyebab KeputihanGejala lain
Berwarna merah gelap atau coklatBisa disebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur atau jarang, kanker serviks atau endometriumPendarahan tidak normal pada miss v dan nyeri pada pinggul
Berwarna keruh atau kuningBisa disebabkan gonoreaPendarahan sesekali dan bisa tercampur urine
Berbusa, kuning atau kehijauan dengan bau busukBisa disebabkan trikomoniasisNyeri dan gatal saat buang air kecil
Berwarna merah mudaPenumpahan lapisan rahim setelah melahirkan (lochia)
Berwarna putih, keju, tebalInfeksi JamurPembengkakan dan sakit di sekitar vulva, gatal, hubungan seksual yang menyakitkan
Putih, abu-abu, atau kuning dengan bau amisBisa disebabkan bakteri vaginosisGatal atau terbakar, kemerahan dan pembengkakan pada miss v atau vulva

Istilah keputihan acap kali digunakan sebagai referensi umum untuk sekresi vaginal, baik yang normal maupun abnormal. Karena tidak ada istilah lain dalam bahasa Indonesia yang umum dipakai untuk sekresi vaginal. Hal ini menimbulkan kerancuan di masyarakat. Selain itu, pilihlah produk pembersih kewanitaan yang bebas dari bahan pewangi dan zat-zat kimia lainnya, agar tidak memperparah keputihan.

Pada dasarnya dalam keadaan normal, organ vagina memproduksi cairan yang berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna dan jumlah tidak berlebihan. Cairan ini berfungsi sebagai sistem perlindungan alami, mengurangi gesekan di dinding vagina saat berjalan dan saat melakukan hubungan seksual.

Keputihan normal ditemukan pada bayi baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari yaitu akibat pengaruh hormon estrogen ibu terhadap rahim dan vagina janin, saat janin masih didalam kandungan, perempuan dewasa apabila ia dirangsang waktu senggama dan saat mengalami haid yang pertama kali.

Keputihan yang berbahaya adalah keputihan yang tidak normal. Ini karena terjadi infeksi yang disebabkan kuman, bakteri, jamur atau infeksi campuran. Keputihan bisa juga disebabkan adanya rangsangan mekanis oleh alat-alat kontrasepsi sehingga menimbulkan cairan yang berlebihan. Pada tipe keputihan ini, cairan yang keluar berwarna kuning kehijauan. Biasanya diiringi rasa gatal dan bau tak sedap.

Untuk mencegah terjadinya keputihan berulang maka kaum hawa harus selalu menjaga kebersihan alat kelamin luar. Upaya ini sangat penting dalam upaya mencegah timbulnya keputihan dan juga mencegah Penyakit Menular Seksual (PMS).

Seperti diketahui kulit daerah alat kelamin dan sekitarnya harus diusahakan agar tetap bersih dan kering, karena kulit yang lembab /basah dapat menimbulkan iritasi dan memudahkan tumbuhnya jamur dan kuman penyakit. Keadaan ini dapat dicapai dengan mengeringkan kulit dengan handuk atau tisu bila berkeringat atau setelah buang air, selain menggunakan pakaian dalam yang bersih dan kering, menghindari menggunakan pakaian ketat dan sering mengganti pembalut saat datang bulan. Agar tidak terjadi infeksi dari mikroorganisme yang berasal dari anus/dubur dianjurkan untuk membasuh vagina dari arah depan ke arah belakang.

Tutorial Cara Mengobati Keputihan dengan melakukan douche (mencuci / membilas) vagina dengan larutan antiseptik tidak di sarankan karena dapat merugikan, dan akan menghilangkan cairan vagina yang normal dan dapat mematikan bakteri alamiah didalam vagina. Keadaan ini pula akan lebih merangsang pengeluaran cairan vagina. Demikian juga dengan pemakaian deodoran, bahan spermisidal atau bahan lain yang dimasukkan kedalam vagina akan dapat mengakibatkan alergi dan iritasi pada vagina sehingga dapat juga timbul keputihan. Untuk itu dianjurkan hanya mencuci alat kelamin bagian luar cukup dengan air bersih dan sabun mandi biasa saja.

Apakah Infeksi Vagina Diobati?

Infeksi jamur yang paling sering diobati dengan obat yang Anda masukkan ke dalam vagina Anda. Obat ini mungkin dalam bentuk krim atau supositoria dan banyak yang tersedia over-the-counter. Pengobatan dalam bentuk pil yang Anda ambil melalui mulut juga tersedia dengan resep.

Apa yang Harus Saya Lakukan untuk Mencegah Infeksi Vagina? 

Untuk mencegah infeksi jamur, Anda harus:

  1. Kenakan pakaian longgar terbuat dari serat alami (katun, linen, sutra).
  2. Hindari memakai celana ketat.
  3. Batasi penggunaan deodoran feminin.
  4. Mengganti pakaian basah, secepat Anda bisa.
  5. Hindari sering mandi dengan air hangat.
  6. Cuci pakaian dalam air panas.
  7. Makan dengan baik diet seimbang .
  8. Makan yogurt.
  9. Jika Anda memiliki diabetes, jaga tingkat gula darah hingga mendekati normal mungkin.
Jika Anda mendapatkan infeksi jamur sering, beritahu dokter Anda. Ia mungkin perlu melakukan tes tertentu untuk menyingkirkan kondisi medis lainnya.

Apa itu Bakteri Vaginosis?

Meskipun “jamur” adalah nama sebagian besar wanita pikirkan ketika mereka berpikir tentang infeksi vagina, bakteri vaginosis (BV) adalah jenis yang paling umum infeksi vagina pada wanita usia reproduksi. BV disebabkan oleh kombinasi beberapa bakteri. Bakteri ini tampaknya tumbuh terlalu cepat dalam banyak cara yang sama seperti Candida ketika keseimbangan vagina terganggu. Alasan yang tepat untuk pertumbuhan berlebih ini tidak diketahui.

Apakah Vaginosis Bakteri Menyebar Melalui Seks?

Bakteri vaginosis tidak ditularkan melalui hubungan seksual tetapi lebih sering terjadi pada wanita yang aktif secara seksual. Hal ini juga tidak masalah kesehatan serius tapi dapat meningkatkan risiko wanita terkena penyakit menular seksual lainnya dan dapat meningkatkan risiko penyakit radang panggul (PID) mengikuti prosedur bedah seperti aborsi dan histerektomi . Beberapa penelitian telah menunjukkan peningkatan risiko persalinan dini dan kelahiran prematur pada wanita yang memiliki infeksi selama kehamilan. Namun, penyelidikan yang lebih baru tidak mendukung hubungan ini.


Jika Anda sudah kena keputihan, lakukan hal berikut:


  1. Konsultasikan ke dokter kandungan. Siapa tahu keputihan Anda masih bisa diobati dengan salep atau obat-obatan yang mengandung antiseptik dan antibiotik. 
  2. Jika keputihan masih terus terjadi, lakukan pemeriksaan laboratorium. Cairan vagina akan diambil untuk diperiksa, apakah di dalamnya terdapat kuman penyakit atau tidak. Bisa jadi hanya karena faktor hormonal atau kebersihan yang kurang terjaga. 
  3. Bagi yang sudah berkeluarga, lakukan pemeriksaan bersama pasangan. Dokter akan mengadakan cek silang pada suami Anda. Siapa tahu kuman keputihan berasal dari suami. 
  4. Jika belum sembuh juga, lakukan cek silang dengan obat. Siapa tahu Anda ternyata resisten terhadap obat yang diberikan. 
  5. Untuk yang sudah berhubungan badan, lakukan pap smear. Apalagi jika keputihan dibarengi sesuatu yang mencurigakan di mulut rahim dan dikhawatirkan membawa virus kanker. Idealnya, pap smear dilakukan setahun sekali. 
  6. Jika positif terkena virus, bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan mulut rahim dengan menggunakan alat pembesar yang diletakkan di luar bibir vagina. Sebagai penunjang, lakukan pula tes urin dan tes darah.


Keputihan bisa menyebabkan MANDUL

Jika tak diobati sampai tuntas, tak mustahil infeksi pada vagina akan menjalar ke berbagai tempat. Kuman dengan mudah menyusup dan menyebabkan infeksi lanjutan pada rongga rahim dan saluran telur. Hal ini membuat cairan di kedua tempat itu berlebih dan terjadi pelengketan dalam indung telur.

Akibatnya, sperma sulit bertemu dengan sel telur. Jika hal ini terjadi berlarut-larut, pasangan akan sulit memiliki keturunan. Inilah, kata Anita, yang sebetulnya menimbulkan asumsi bahwa secara tidak langsung keputihan bisa membuat wanita jadi mandul.

Selain penyakit, efek paling besar dari keputihan adalah perasaan tak nyaman, termasuk saat melakukan aktivitas seksual. Suami bisa jadi mengeluh karena terganggu cairan keputihan berlebih dengan bau yang sangat tajam.

Jika hubungan intim terus dilakukan, suami bisa tertular kuman keputihan atau yang disebut fenomena pingpong. Oleh sebab itu, selama terapi keputihan, dianjurkan tidak melakukan hubungan seks sebelum keputihan berkurang.

Cara Mengobati Keputihan dengan menjaga pola hidup,makanan yang sehat, dan hindari stress.

Jika keseimbangan alami daerah sekitar vagina terganggu, organisme asing masuk, keputihan bisa terjadi. Beragam faktor dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya keputihan, antara lain panas dan basah akibat penggunaan pakaian dalam dari nilon, stres, diet tinggi karbohidrat, perubahan hormonal dan kehamilan atau penggunaan pil kontrasepsi, iritasi kimia, dan lainnya.

Pada umumnya wanita bersangkutan dapat merasakan tanda-tanda antara lain gatal-gatal dan iritasi di daerah vagina dan vulva, bau yang tidak biasa, dan nanah.

Berikut ini beberapa saran Cara Mengobati Keputihan yang dapat dilakukan:
  • Cara Mencegah Keputihan dengan Makan menggunakan metode gizi seimbang, rendah gula.
  • Cara Mencegah Keputihan dengan Menjaga kesehatan secara umum dengan cukup tidur, berolahraga, melepaskan tekanan emosi.
  • Cara Mencegah Keputihan dengan Menjaga kebersihan secara teratur dengan: bersihkan vagina dari arah depan ke belakang (dari arah vulva ke anus); memakai pakaian dalam yang bersih dan dari bahan katun (bahan nilon terlalu menyimpan panas dan menimbulkan kelembaban berlebihan yang mendorong tumbuhnya bakteri); menghindari penggunaan cairan atau semprotan pembersih vagina, kertas toilet berwarna, dan handuk milik orang lain; sering mengganti pembalut saat haid.
  • Yang utama dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene), terutama organ reproduksi.
  • Cara Mencegah Keputihan dengan Melakukan pemeriksaan sendiri daerah sekitar vagina sangat disarankan, supaya Anda segera tahu apakah ada infeksi atau tidak. Biasanya terjadi perubahan pada warna daerah sekitar vagina menjadi lebih merah, kadang disertai bau yang kurang sedap maupun rasa gatal.

Untuk mengobati keputihan dengan menggunakan obat keputihan tradisional menggunakan bahan-bahan alami.

Obat keputihan tradisional menggunakan daun sirih

siapa yang tidak kenal daun sirih tumbuhan yang memiliki bermacam-macam manfaat untuk kesehatan kita. Banyak dari produsen obat keputihan menggunakan daun sirih sebagai bahan dasar untuk obat yang mereka produksi. Kandungan yang terdapat pada daun sirih menjadi anti bakteri yang dapat membunuh kuman penyebab dari keputihan. 
Cara membuat obat keputihan dengan daun sirih:
anda cukup mengambil daun sirih sekitar sepuluh lembar kemudian anda cuci hingga bersih, pada saat mengambil daun sirih jangan anda buang tangkai daun tersebut karena cairan yang terdapat pada tangkai daun sirih juga bermanfaat untuk obat keputihan ini. setelah dicuci lalu anda rebus daun sirih tersebut kedalam air sebanyak 2.5 liter, rebus hingga mendidih dan angkat setelah air berkurang menjadi 2 liter. Diamkan hingga dingin rebusan air daun sirih tersebut, gunakan air rebusan ini sebagai bilasan setelah anda buang air kecil. Atau anda dapat menggunakan air rebusan ini sebagai pencuci organ intim anda, lakukanlah berulang-ulang hingga bersih. Biasakanlah mencuci menggunakan air sirih ini hingga keputihan tidak muncul lagi, atau bahkan mulailah membiasakan mencuci dengan air sirih walaupun sudah tidak ada keputihan karena ada manfaat lain ketika menggunakan air sirih .

Obat keputihan tradisional menggunakan tapak liman

pembuatan obat keputihan dengan tumbuhan tapak liman cukup mudah anda hanya perlu merebuh seluruh bagian dari pohon tapak liman mulai dari akar hingga daunnya. Rebus pohon tapak liman tadi dengan 2 gelas air, rebus hingga mendidih dan angkat ketika airnya sudah tersisa sekitar satu gelas saja. Dimakan hingga dingin kemudian dapat anda minum, anda dapat minum air rebusan tapak liman ini untuk dua kali dalam sehari. Minumlah secara teratur hingga keputihan hilang dari organ kewanitaan anda.

Demikianlah pengobatan untuk keputihan dengan menggunakan obat tradisional yang dapat anda buat sendiri dirumah, pengobatan keputihan ini dilakukan dengan mengobati dari luar dan dari dalam dimana pengobatan dari luar anda dapat menggunakan daun sirih sebagai pembilas pada organ intim anda dan anda dapat menggunakan tapak liman tadi sebagai obat dari dalam. Anda juga dapat menggunakan keduanya setiap hari dan secara teratur. Semoga keputihan segera hilang dari anda dan mendapatkan kembali keharmonisan dalam rumah tangga, selamat mencoba dan semoga berhasil serta lekas sembuh.