Google+

Saturday, October 27, 2012

cara mengobati Sariawan pada vagina / serviks

cara mengobati Sariawan pada vagina (serviks)

Pada umumnya sakit sariawan terjadi pada rongga mulut dan sekitarnya, jangan salah vagina pun bisa mengalami sariawan atau Sariawan pada vagina.

Sariawan atau stomatitis adalah reaksi radang berupa bercak atau luka terbuka pada lapisan epitel kulit. Selain muncul di rongga mulut, penyakit ini juga bisa hinggap di usus, dan di organ genital. Data di Amerika Serikat menyebutkan sariawan servik atau sariawan saluran rahim mencetus risiko infertilitas pada wanita hingga 17% dan saat ini, 11% perempuan usia 15-45 terjangkit sariawan serviks.

Menggangu kesuburan. Sariawan serviks mencetus ketidaksuburan, sebab, peradangan pada sariawan membuat lendir di serviks mengental, sehingga sperma sulit berenang menuju sel telur. Pada kasus lain, peradangan tersebut menghambat perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju rahim, sehingga terjadi kehamilan di luar kandungan. Sariawan serviks yang telah menyebar hingga organ reproduksi juga berisiko menyebabkan kerusakan pada indung telur dan saluran telur.


Bisa menyebar. Sariawan di organ genital umumnya kelanjutan dari sariawan di paha bagian dalam atau di bibir vagina, yang lalu menjalar ke liang vagina dan ke serviks. Bila dibiarkan berlarut-larut, sariawan bisa terus merayap naik menuju rahim dan panggul, dan menimbulkan reaksi peradangan di daerah-daerah tersebut. Meski namanya sama, sariawan di mulut berbeda dengan di serviks, baik bentuk maupun penyebabnya. Sariawan di mulut berpermukaan rata, sedangkan di serviks berbentuk benjolan kecil berisi cairan bening, yang akhirnya pecah membentuk bercak putih. Sariawan di serviks bisa muncul satu persatu atau bergerombol. Biasanya di sekitar sariawan ditemukan lasterasi atau bekas luka parut.

Infeksi virus dan bakteri. Infeksi virus HPV tipe 2 adalah penyebab utama timbulnya sariawan serviks. Kemungkinan lain yang terbilang jarang adalah akibat infeksi bakteri. Keluhan awal yang dirasakan bila terkena sariawan serviks adalah gatal, nyeri, perih, dan panas di vagina. Keputihan dan sakit saat berhubungan intim, juga pertanda adanya sariawan di serviks. Jika mengalami gejala tersebut, segera temui dokter dan jangan anggap sepele gejala yang Anda rasakan hanya karena Anda tidak melihat bintil-bintil sariawan! Itu karena, bukan hanya infertilitas yang menjadi ancaman dari sariawan serviks. Yang lebih ditakuti adalah, peradangan pada lapisan epitel permukaan serviks itu berpotensi mengubah sel-sel biasa menjadi sel-sel ganas atau kanker.

Data dari Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia tahun 2009 menyebutkan: setiap tahun ditemukan 15 ribu kasus baru kanker serviks, dimana sariawan serviks merupakan penanda awal adanya infeksi virus HPV atau Human Papilloma Virus, yang dapat berujung menjadi kanker serviks

Deteksi Sariawan Serviks

Jika muncul di paha dalam atau di bibir vagina, sariawan mudah dideteksi oleh mata telanjang. Tetapi, kalau sudah sampai di bagian dalam tubuh, diagnosa harus ditegakkan melalui pemeriksaan dalam secara manual oleh dokter.

Perabaan pada permukaan leher rahim, tujuannya untuk mendeteksi apakah ada perubahan awal di bagian mulut rahim. Setelah itu, dokter akan meminta Anda melakukan pap smear - pengusapan spatula ke dinding leher rahim untuk mengambil sel-sel di sana. Sampel sel di spatula akan diperiksa apakah normal atau sudah berubah abnormal.

Bila ternyata tes pap smear menunjukkan hasil abnormal, dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan lanjutan yang disebut kolposkopi. Caranya dengan mengoleskan sejenis cairan ke dinding serviks yang akan berubah warna bila bersentuhan dengan sel-sel abnormal. Selanjutnya, dokter akan melihat ke dalam leher rahim menggunakan alat kolposkop guna mencek area abnormal mana yang telah berubah warna. Lalu, ia akan melakukan biopsi - pengambilan sampel pada jaringan leher rahim - untuk diperiksa lebih detail di laboratorium.

Antivirus dan Antioksidan. Penanganan sariawan serviks akan ditentukan oleh hasil pemeriksaan. Bila hasil tes normal, maka sariawan akan diobati dengan pemberian obat oles, vitamin, antivirus, dan antioksidan untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh dan memerangi virus yang terlanjur masuk. Dengan cara-cara itu, dalam waktu sekitar dua minggu kondisi pasien akan membaik. Namun bila hasil tes abnormal atau sel-sel di leher rahim ternyata telah berubah menjadi sel ganas atau sel kanker, maka penanganan selanjutnya ditentukan oleh seberapa luas penyebaran sel-sel abnormal tersebut. Tingkat stadium kanker sangat menentukan harapan sembuh dan jenis pengobatan.

Tanda-tanda sariawan pada vagina : 

Rasa perih dan panas pada vagina yang disertai dengan cairan yang pekat dan tidak wajar.

Penyebab sariawan pada vagina : 

ini adalah infeksi akibat jamur, bisa karena kelembabannya yang tidak terjaga atau juga akibat dari pemakaian antibiotik di masa hamil atau karena pemakaian pil KB.

Diagnosa sariawan pada vagina : 

Jangan tergesa-gesa atau gegabah dalam mendiagnosa setiap cairan tidak wajar sebagai sariawan vagina karena beberapa infeksi vagina memiliki tanda yang sama. 
  • Jika cairan tidak wajar pada vagina Anda berwarna kuning kehijauan yang disertai gatal maka bisa jadi terinfeksi oleh suatu benda yang tertinggal di vagina. Benda itu bisa berupa tampon, atau alat kontrasepsi diafragma. 
  • Dan Anda harus lebih berhati-hati jika cairan tidak wajar yang keluar dari vagina Anda disertai rasa sakit di perut bagian bawah atau punggung. Karena bisa jadi Anda mengalami infeksi pada saluran falopian atau leher rahim dan jaringan sekitarnya, atau lazim disebut salpingitis.

Jika Anda mengalaminya, dokter akan mengambil cairan vagina Anda untuk diperiksa lebih mendetail. Karena bisa jadi ternyata Anda hamil, sehingga mengalami perubahan kadar hormon dan sedikit pegal linu di daerah punggung. 

Cegah Sariawan Serviks

Virus HPV yang menjadi penyebab sariawan di organ genital, terutama menular melalui hubungan seksual. Itu sebabnya, untuk menghindari penularan virus ini, mereka yang telah aktif secara seksual perlu membentengi diri dengan memperbaiki pola hidup. 
  • Tidak berganti-ganti pasangan hubungan seksual, apalagi karena penggunaan kondom tidak melindungi 100% dan tidak efektif dalam menghindari perpindahan virus. Pasangan yang tampak sehat, bukan berarti bebas virus HPV. Meski virus sudah hinggap, penyakit tidak langsung muncul selama stamina tubuh fit. Ketika stamina turun, barulah ia menyerang.
  • Berhenti merokok, sebab penelitian di Karolinska Institute, Swedia, yang dipublikasikan di British Journal of Cancer, 2001, menyebutkan, nikotin dan racun rokok lainnya yang masuk ke dalam darah, meningkatkan risiko tumbuhnya sel-sel abnormal pada serviks.
  • Memelihara kebersihan, untuk mencegah penularan dan infeksi virus HPV. Di toilet umum, misalnya, jangan duduk di dudukan toilet dan jangan gunakan air dari ember untuk membasuh. Buka kran air dan gunakan air baru. Hindari pemakaian pantyliner agar vagina tidak lembap. Sebab, vagina lembab disukai kuman penyakit untuk tempat berkembang biak.
  • Mengonsumsi vitamin C, karena vitamin C meningkatkan daya tahan sel epitel atau mukosa dari serviks - prinsipnya sama seperti mencegah sariawan di mulut. Lakukan pemeriksaan teratur, misalnya, tes pap smear setahun sekali dan segera temui dokter bila mengalami keluhan apa pun. Hindari penggunaan cairan pencuci vagina, karena menyamarkan keluhan yang dialami akibat sensasi rasa dingin yang menutupi rasa gatal. Padahal penyebab gatal itu sendiri belum diketahui.
  • Menghindari pemakaian sabun pembersih secara berlebihan. Selalu menggunakan air bersih untuk membasuh vagina, dan menjaga vagina tetap bersih, kering, serta sejuk juga bisa menjadi alternatif lain. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi parasit yang dikenal dengan Candida Albicans. Parasit ini secara alami hidup di vagina dan normalnya dikontrol oleh bakteri positif. Jika bakteri positif tersebut ikut terbunuh oleh antibiotik atau sabun pembersih, Candida dapat berkembang tak terkontrol. Untuk itu, ahli kesehatan wanita dari Inggris, dr. Melanie Tipples menyarankan wanita untuk melakukan hal tersebut.

Cara Mengobati sariawan pada Vagina

Sampai saat ini masih belum ada yang bisa menjelasakan seacara detail Cara Mengobati sariawan pada Vagina, yang jadi pertanyaan nya, kenapa kebanyakan dari janda menderita sakit gatal pada sikitar zona terlarangnya, sungguh menjadi hal yang kurang mengenakkan, tak digaruk berasa gatal, kalau mau digaruk terlihat tidak sopan, Masa’ di depan orang banyak garuk garuk terus, apa lagi ada anak laki atau bapak-bapak

Penyakit sariawan pada vagina yang membuat gatal ini tidak hanya dialami oleh ibu ibu, tapi remaja putri yang mengalami keputihan juga merasakan hal yang sama. Sebenarnya cara terapi menggunakan motode herbal seperti cara menyempitkan vagina secara alami ini,cukup mudah dan murah. Baiklah Tidak perlu panjang leba.

Berikut sedikit ini tips Cara Mengobati sariawan pada Vagina dengan menggunakan daun sirih yang cukup mudah untuk dilakukan.
Cara Mengobati sariawan pada Vagina dengan mengambil daun sirih secukupnya. 
Kemudian rebus kedalam 2 gelas air, beri asam kawak (lama) sedikit.
Kemudian angkat air rebusan yang sudah masak tadi, biarkan beberapa saat sampai dingin sendiri
Kalau sudah benar benar dingin, ambil sebagian untuk diminum. dan sebagian lagi untuk bilas cebok sehabis kencing. Nah resep ini silahkan anda praktekan. 

Jangan lupa terhadap pepatah “mencegah akan selalu lebih baik dari mengobati”. Semoga Artikel Cara Mengobati sariawan pada Vagina berguna bagi yang membutuhkan

No comments: