Google+

Saturday, October 27, 2012

Tips dan Cara mengobati bau pada vagina

Tips dan Cara mengobati bau pada vagina

Di dalam organ intim wanita terdapat sejumlah besar mikro-organisme yang disebut flora vagina. Flora yang umumnya dari jenis lactobacillus itu berperan menciptakan lingkungan asam yang melindungi vagina. Dengan cara itu, vagina melindungi diri terhadap infeksi dan bakteri luar. Dalam keadaan sehat, keseimbangan flora terjaga sehingga vagina tidak berbau atau hanya berbau samar yang khas. Jika keseimbangan flora terganggu, bakteri jenis gardnerella dan lainnya dapat berkembang biak, sehingga menciptakan kondisi yang disebut vaginosis bakteri inilah yang menjadi Penyebab vagina bau.

Vagina berbau dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan dan rasa malu bagi seorang wanita. Kadang-kadang, bau busuk vagina bisa begitu sangat kuat hingga orang-orang di sekitarnya dapat menciumnya. Bau vagina dapat membatasi aktivitas seksual bagi seorang wanita hingga ia merasa tidak nyaman dan hilang kepercayaan diri terhadap pasangannya. Bau amis vagina dapat menunjukkan infeksi atau peradangan.


Copulin, senyawa bau badan wanita paling tajam, banyak terdapat dalam getah vagina. Jika diurai, senyawa copulin berisi tiga jenis asam, yakni asam asetat (acetic acid), asam propanoat (propanopic acid) dan asam butanoat (butanoic acid), selain hormon golongan androstenol. Beberapa kultur memanfaatkan asam vagina buat bikin lelaki semakin rajin greng.

Tahukah Anda bahwa dinding vagina dan cervix memproduksi sekresi yang berwarna putih atau sedikit kekuningan? Tahukah Anda bahwa sekresi ini normal dan merupakan pertanda sehatnya daerah sekitar vagina?

Rasa dan aroma sekresi vagina ini juga bervariasi, sesuai dengan siklus menstruasi dan tingkat rangsangan yang diterima seorang wanita. Dalam buku berjudul Our Sexuality karya Robert Crooks dan Carla Baur disebutkan, dalam suatu penelitian terhadap pria disimpulkan bau sekresi vagina selama ovulasi lebih menyenangkan daripada waktu lain dalam siklus bulanan.

Kimia alami vagina dan seimbangnya jumlah bakteri sangat penting untuk mendapatkan mucosa yang sehat. Kimia alami itu normalnya sedikit asam, dengan pH 4,0 sampai 5,0.

Gejala Vagina Berbau

Keputihan dan bau tidak sedap adalah gejala utama dari infeksi seperti bacterial vaginosis dan infeksi jamur, namun ada gejala lain yang perlu diwaspadai juga. Gejala seperti vagina gatal dan bengkak sering menyertai bau kelamin. Sebuah Vagina berbau juga bisa menjadi tanda kebersihan yang rendah dan / atau kesehatan yang buruk, mungkin dipicu oleh asupan gula tinggi dalam makanan yang meningkatkan jumlah jamur dalam vagina.

Apa Penyebab vagina bau ? 

Penyebab vagina bau adalah karena faktor Kehamilan, penggunaan spiral KB, pemakaian antibiotik dan merokok

Vaginosis bakteri bukan infeksi tetapi peningkatan jenis bakteri jinak yang biasa hadir dalam vagina. Kondisi ini hanya membuat tidak nyaman karena menyebabkan vagina mengeluarkan lendir berwarna bening keabu-abuan yang menjadi Penyebab vagina bau (seperti ikan busuk). Selain ketidaknyamanan, vaginosis tidak menyebabkan masalah lain. Keseimbangan alami antarbakteri berbeda biasanya akan pulih sendiri secara alami dalam beberapa hari.

Tidak sedikit wanita yang memiliki masalah bau pada organ intim nya. berbagi cara dilakukan sebagai Cara mengobati bau pada vagina, seperti membersihkan vagina secara intensif dan sebagainya. Cara mengobati bau pada vagina seperti di atas justru memperparah kondisinya dan meningkatkan risiko infeksi. Mencuci vagina berlebihan, apalagi dengan sabun antiseptik, akan meningkatkan pH sehingga mengganggu keseimbangan flora vagina.

Mengenakan celana ketat dapat menyebabkan keringat berlebih di area vagina. Kelebihan kelembaban dari keringat dapat mendorong pertumbuhan bakteri atau meningkatkan bau vagina.

Douching bisa menghapuskan kebaikan mikro-organisme dan bakteri yang hidup secara alami dalam flora vagina. Ketika bakteri yang baik dibersihkan, bakteri buruk akan tumbuh cepat, sehingga menyebabkan bau yang tidak enak. Douching komersial yang keras juga dapat menyebabkan vaginosis bakteri yang menghasilkan bau amis dan keluarnya cairan putih.

Kehadiran benda asing di vagina seperti pembalut yang tertinggal di dalam vagina juga dapat memicu bau vagina. Jika Anda berpikir ada benda asing dalam vagina, segera kunjungi dokter Anda sehingga Anda dapat segera membersihkannya dengan baik.

Infeksi vagina bisa menjadi penyebab lain dari vagina berbau. Ketika seorang wanita menderita infeksi vagina seperti vaginosis bakteri atau infeksi jamur vagina, ia mungkin mengalami gatal di sekitar daerah vulva-nya, klitoris dan labia, disertai dengan keluarnya cairan, vagina berbau menyengat. Vaginosis bakteri akan menyebabkan vagina berbau amis.

Penyakit radang panggul dapat terjadi ketika bakteri menyebar dari vagina ke dalam leher rahim dan daerah panggul. Hal ini biasanya menimbulkan cairan vagina yang pekat dan memiliki bau yang tidak enak. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kemandulan dan kerusakan reproduksi. Sangat penting untuk mencari nasihat dari dokter kandungan Anda segera.

Akibat Cuci Vagina

Beragam faktor dapat mengganggu keseimbangan kimia alami ini dan menimbulkan problem pada vagina.
Yang paling banyak menjadi penyebab adalah terlalu seringnya seorang wanita mencuci (mengeringkan bagian dalam vagina) dan menggunakan cairan atau semprotan pembersih daerah kewanitaan.

Pandangan kultural yang negatif tentang organ seksual perempuan, ditambah dengan beragam iklan yang menyesatkan, telah membuat para wanita begitu keras mengusahakan supaya daerah sekitar vaginanya dalam keadaan kering, dengan cara membersihkan atau menghilangkan kelembaban dan sekresi yang sesungguhnya berjumlah dan beraroma normal itu, demi keuntungan bisnis semata-mata.

Bagaimanapun, seringnya mencuci vagina dapat menyebabkan keseimbangan kimia alami di daerah vagina terganggu. Akibatnya, kejadian infeksi pun meningkat.

Berbagai semprotan atau cairan pembersih vagina dapat menyebabkan iritasi, reaksi alergi, infeksi, rasa terbakar, lecet pada paha, dan berbagai masalah lainnya. Padahal, yang diperlukan sebetulnya hanya mandi bersih, termasuk daerah selangkangan, menggunakan sabun biasa.

Infeksi Vagina

Jika keseimbangan alami daerah sekitar vagina terganggu, organisme asing masuk, infeksi vagina (vaginitis) bisa terjadi.
Beragam faktor dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi ini, antara lain penggunaan antibiotik, panas dan basah akibat penggunaan pakaian dalam dan nilon, stres, diet tinggi karbohidrat, perubahan hormonal dan kehamilan atau penggunaan pil kontrasepsi, iritasi kimia, dan koitus tanpa lebih dulu terjadi lubrikasi (saat berhubungan intim vagina dalam keadaan kering).

Pada umumnya wanita bersangkutan dapat merasakan tanda-tanda terjadinya infeksi vagina. Antara lain gatal-gatal dan iritasi di daerah vagina dan vulva, bau yang tidak biasa, dan nanah.

lima penyebab bau vagina, menurut Sheknows.


  1. Bakteri vaginosis (BV) Bakteri ini adalah penyebab paling umum dari masalah bau vagina. Setiap vagina memiliki bakteri alami, sedangkan BV adalah pertumbuhan bakteri yang berlebihan. Sebagian besar wanita pada masa reproduksi akan mengalami setidaknya satu kasus BV. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi seks yang tidak aman dan kotor dapat berisiko lebih tinggi. Gejala lain termasuk gatal dan nyeri. Pengobatan untuk BV biasanya sederhana seperti antibiotik.
  2. Infeksi jamur vagina Infeksi jamur vagina juga sangat umum dan sangat tidak nyaman. Pengobatan untuk infeksi jamur kini sangat sederhana dan bahkan dapat Anda beli di apotek terdekat. Kunjungi dokter dan periksakan kesehatan vagina Anda untuk mengetahui apakah Anda terkena infeksi jamur vagina.
  3. Penyakit menular seksual (PMS) Beberapa gejala PMS bisa timbulkan bau vagina, yakni klamidia dan gonore. Klamidia dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral. Infeksi ini dapat mengakibatkan bayi tertular dari ibunya selama masa persalinan. Kadang infeksi ini tidak memiliki gejala dan banyak orang tidak tahu bahwa mereka terinfeksi.
  4. Penyakit Radang Panggul (PRP) Penyakit ini terjadi ketika bakteri melalui vagina dan menuju rahim. Gejala ini menjadi tahap akhir dari PMS yang tidak terdiagnosis seperti klamidia. PRP biasanya tidak didiagnosis sampai Anda mengalami sakit kronis atau memiliki kesulitan hamil karena seringkali tidak memiliki gejala. Gejala PRP seperti nyeri panggul, bau, demam, kelelahan, hubungan seksual yang menyakitkan atau buang air kecil yang sakit.
  5. Kurang menjaga kebersihan Salah satu penyebab bau vagina adalah kebersihan yang buruk pada daerah kewanitaan. Anda harus mencuci vagina secara rutin setiap hari. Pastikan Anda menjaga daerah vagina tetap segar dan bersih.


Beberapa saran mencegah infeksi vagina tanpa menggunakan obat:


  1. Makan menggunakan metode gizi seimbang, rendah gula.
  2. Menjaga kesehatan secara umum dengan cukup tidur, berolahraga, melepaskan tekanan emosi.
  3. Menjaga kebersihan secara teratur dengan: * a) mandi secara teratur menggunakan sabun yang lembut; * b) mengeringkan tubuh dengan handuk dan arah depan ke belakang (dari arah vulva ke anus); * c) memakai pakaian dalam bersih dari bahan katun (bahan nilon terlalu menyimpan panas dan menimbulkan kelembaban berlebihan yang mendorong tumbuhnya bakteri); * d) menghindari penggunaan cairan atau semprotan pembersih vagina, kertas toilet berwarna, mandi busa, dan handuk milik orang lain; * e) pastikan bahwa tangan maupun kelamin pasangan seksual Anda bersih dan sehat.
  4. Pastikan bahwa Anda telah mengalami lubrikasi (basah) secara alami sebelum terjadi koitus. Jika tidak dapat secara alami, gunakan lubrikan yang larut air.
  5. Gunakan kondom saat berhubungan seksual, terutama jika Anda tidak yakin bahwa diri sendiri maupun pasangan Anda hanya berhubungan dengan satu orang yang sama.

Cara Merawat Vagina Dari Keputihan dan Bau Tak Sedap.

Sebenarnya apa saja yang perlu diperhatikan dalam merawat vagina? Untuk itu mari kita bahas cara merawat vagina dalam tips cara merawat vagina berikut ini:

  1. Dalam membersihkan vagina gunakanlah sabun khusus vagina yang mempunyai pH yang sama sengan pH vagina normal sekitar 3,5 – 4,5, dalam merawat vagina menjaga tingkat keasaman vagina penting dilakukan untuk mencegah timbulnya bakteri atau kuman tidak baik, apabila anda akan menggunakan antiseptik vagina ( douche ) pilih yang disarankan dokter, karena antiseptik mempunyai sifat keras dan bisa saja membunuh semua bakteri yang ada di vagina baik itu bakteri baik yang menjaga vaginadam menyebabkan iritasi pada vagina.
  2. Dalam memilih celana dalam jangan memilih celana dalam yang terlalu ketat, cwelana dalam yang terlalu ketat tidak baik untuk kesehatan vagina karena suasana vagina akan menjadi panas dan lembab, hal ini tentu saja memicu perkembang biakan kuman penyakit. Selain itu penggunaan celana dalam yang ketat dapat menekan raim, pemakaian terus menerus dalam waktu lama tentu saja tidak baik untuk rahim anda. Pilihlah celana dalam yang terbuat dari bahan menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Hindari memakai celana nilon atau celana ketat yang menghambat aliran udara ke daerah vagina. Ganti celana ketat dengan celana katun dan pakaian longgar untuk meningkatkan sirkulasi udara yang lebih baik.
  3. Hindari pemakaian wewangian maupun deodoran pada daerah vagina, banyak wanita yang melakukan ini berharap daerah vaginanya menjadi wangi, akan tetapi hal ini tidak disarankan karena dapat menyebabkan iritasi pada vagina karena daerah tersebut lebih sensitif di banding daerah lainya.
  4. Gantilah pembalut lebih sering dan jangan malas untuk menggantinya, terlebih saat anda dalam masa menstruasi, hal ini penting dilakukan agar vagina tidak menjadi lembab. Jangan biarkan pembalut dan tampon lebih dari satu hari. Bahkan, lebih dianjurkan untuk mengganti pembalut dan tampon setidaknya dua kali sehari untuk menjaga kebersihan vagina yang baik.
  5. Dalam merawat vagina tidak hanya dilakukan dari luar tetapi penting dilakukan dari dalam seperti menjaga pola makan, dan menjaga berat badan agar tetap seimbang.
  6. Dalam perawatan vagina yang menggunakan bahan rempah sebaiknya tidak terlalu sering, lakukan maksimal sebulan 2 kali terutama pada saat setelah masa menstruasi hal ini penting untuk menjaga keseimbangan pH dan menjaga vagina agar tetepa selalu sehat dan wangi.
  7. Hal terakhir yang penting dalam merawat vagina dan kesehatan diri kita sendiri adalah dengan melakukan hubungan seks yang aman, maksudnya perhatikan apabila pasangan anda memiliki riwayat penyakit kelamin selain itu cukup melakukan hubungan seks dengan pasangan resmi kita.

Perhatikan apa yang Anda makan. Kurangi makanan bergula dan alkohol yang dapat meningkatkan jumlah jamur pada vagina. Minum lebih banyak air dan makan lebih banyak buah ditambah sayuran yang mengandung sifat antioksidan alami (seperti plum, blueberry, jeruk, pisang, bayam dan bit) dapat membantu menjaga vagina dari bakteri buruk dan menghilangkan bau vagina. Makan lebih plain yoghurt karena dapat membantu untuk mengisi bakteri baik, Lactobacillus yang membantu mencegah dan mengobati infeksi bakteri yang ada di vagina yang menyebabkan vagina berbau.

Cara mengatasi vagina berbau (Medis & Herbal)

Mengobati bau vagina tidak serumit seperti yang tampak. Jika Anda mengalami situasi yang sulit dari vagina berbau, cobalah metode pengobatan herbal dan medis berikut.

Pengobatan Medis

Antibiotik yang paling sering diresepkan untuk infeksi vagina adalah Metronidazole, yang merupakan pil oral yang diminum dua kali sehari untuk waktu lima sampai tujuh hari. Obat ini juga tersedia dalam bentuk gel vagina. Obat lain adalah Klindamisin, yang digunakan intravaginally sebagai krim selama seminggu. Ada juga jenis lain dari intravaginally diterapkan agen anti jamur yang tersedia untuk infeksi yang dapat membantu untuk menyembuhkan bau vagina.

Pengobatan herbal

Ada beberapa vitamin yang yang bisa dilakukan untuk melengkapi diet untuk tetap sehat, seperti Vitamin A, C, D dan E dan B kompleks.

Adapun penggunaan jamu pengusir bau tak sedap ini, untuk kegunaan luar dan dalam.
Tips: Ketahui dulu cara merawat organ intim wanita, Jika anda cuma mengkonsumsi jamu pengusir bau vagina saja, tanpa merawat vagina dengan benar, maka efek jamu ini agak berkurang. tanpa didukung kebersihan dari vagina itu sendiri, Ok! tanpa basa-basi lebih panjang kita langsung persiapkan baha-bahan jamu menghilangkan bau vagina tak sedap.

Bahan-bahan ini adalah murni dari alam (herbal), siapkan Kunyit,Asam jawa,Daun sirih, daun asam jawa muda (Bahasa jawa Sinom), gula jawa secukupnya. Untuk membuat jamu ukuran 1 gelas 300cc kunyit 3 ruas, asam jawa kurang lebih 10 gram, daun sirih 3 lembar, daun asam jawa 3 pucuk dan gula jawa hanya secukupnya untuk pemanis.

Penggunaan dalam untuk mengatasi bau vagina

Cara meramu; untuk kunyit segar usahakan di tumbuk namun jika anda memiliki persediaan serbuk kunyit murni, cukup dengan 1 sendok teh. kesemua bahan direbus hingga mendidih, tunggu setelah dingin saring kemudian minum. Ramuan penghilang bau vagina ini sebaiknya di minum minimal seminggu 2 kali.

Penggunaan luar untuk mengatasi bau vagina

Masih juga menggunakan bahan alami atau herbal, karena seperti yang sudah di sebut pada postingan cara merawat organ intim wanita. Vagina adalah memiliki Bakteri-bakteri baik sebagai perlindungan alamiah, maka untuk membuat pembersih vagina kita gunakan daun sirih. daun sirih adalah anti septik herbal yang sangat baik, sehingga sangat membantu permasalahan bau vagina.

Cara meramu cukup mudah, siapkan 7-15 lembar daun sirih kemudian rebus menggunakan air sebanyak 600cc atau terserah kebutuhan anda. ssetelah dingin gunakan rebusan air daun sirih untuk membasauh organ intim anda (cebok), manfaat dun sirih ini adalah mengharumkan,anti septik dan membuat vagina anda jadi keset! atau membuat pasangan anda jadi semangat dalam bercinta.

Tips: sebaiknya gunakan wadah untuk merbus, yang terbuat dari tanah. ini untuk mejaga kualitas dan khasiat herbal.
Bau tidak sedap pada vagina bisa jadi gejala penyakit yang berbahaya. Jangan anggap enteng! Selalu jaga kebersihan vagina Anda dan pastikan daerah kewanitaan tetap kering.
Melakukan pemeriksaan sendiri daerah sekitar vagina sangat disarankan, supaya Anda segera tahu apakah ada infeksi atau tidak. Biasanya terjadi perubahan pada warna daerah sekitar vagina menjadi lebih merah, kadang disertai bau yang kurang sedap maupun rasa gatal.